Minggu, 28 Agustus 2016

Biarlah aku taksempat di pangil ayah

mungkin ini adalah takdirku,

yarob aku tak lantas kesal dengan apa yang engkau putuskan, karna itu sudah menjadi kehndak mu,
meski lebatnya hujan menghantam kebumi,tak lantas aku lembek seperti kapas.
aku haya punya keyakinan ya rob,,
bahwa engkau sudah memyediakan buah hati untukku, namu kau tempatkan iya di tempat yang idah,,


*dengar lah istriku,,yakinlah padaku meski dirimu tak memberi apa yang kupinta darimu,
diriku tetap akan mejaga mu,
aku yakin dengan rencananya,,bukanya iya tak mau menitipkan kebahagyaan dalam perjalanan kita, tuhan sayang pada kita,namun iya menyayangi kita dengan caranya, yang tidak kita ketahui.
biarlah aku tak sempat ada yang memanggilku ayah, meski kata itu yang selalu kuharap dalam doa,,,
................

ojuntea

Jumat, 05 Agustus 2016

Hanya dengan kata HATUR TANKYOU penjual bbm ini banyak pelanggannya


Hanya dengan kata HATUR TANKYOU penjual bbm ini banyak pelangganya.



Banyak cara yang di lakukan oleh seorang pedagang agar pelanggan nya tetap betah,dan ketagihan untuk kembali berbelanja, dan hal ini tanpa di sadari oleh seorang wanita penjual bensin di kampung saung kai - serang panjan-subang, sehabis transaksi, wanita penjual bensi ini selalu mengucapkan terimakasi pada  pembeli dengakata HATUR TANK-YOU, dan itupun di ucapkan kepada orang tertentu saja terutama anak-anak sekolah, dengan hal demikian merekapun merasa akrab dengan kata-kata itu, 
sebenarnya keseharian wanita penjual bensin emang suka bergurau kepada siapa saja, bahkan banyak sekali orang orang yang suka dengan caranya itu.
dan kini iya pun punya banyak pelanggan yang setiasetia,terutama anank anak muda.
             
artikel lainya baca ---->disini<----
Hatur tankyou.

Senin, 01 Agustus 2016

Sosok seorang istri yang taat kepada suaminya,

inilah sosok seorang istri yang taat kepada suaminya,

lekaki mana yang tak senang hatinya bila mempunyai seorang istri yang taat dan solehah, itu adalah kebangaan tersen diri bagi seorang suami,,,,
 dan ini adalah contoh nyata wanita yang bernama lengkap "dedeh kurnia, kelahiran sukabumi ini iya  memiliki suami yang 20 tahun lebih muda darinya, ketaatan sebagai seorang istri ,iya selalu tunjukkan kepada suaminya,
iya tak pernah anggap remeh meski  suaminya lebih muda darinya, 
dan dari sini lah saya merasa tertarik untuk mengangkat kisahnya,


iya dan suaminya menjalani hidup yang sederhana tidak suka dengan hal hal yang glamor,apalagi hura hura,
ketaatan sang istri menjadi seikat tali bagi sang suami, bagai mana pun sang suami gak berpikir neko neko karena kepuasan batinnya sudah terpenuhi,
     banyak yang menduga suaminya itu di p3l3t oleh istrinya ini karena perbedaam usia yang sangat jauh kok sisuami seakan akan enjoy menjalani hidup dengan nya,bahkan kemanapun suaminya pergi iya selalu di ajak,

yaaa begitulah SOB kalau tetangga pikiranya selalu aneh aneh,

    ujar sang suami " gak apa saya senang kalau ada tetangga yang meperhatikan kehidupan kami" setidaknya mereka adah salah satu cermin dalam kehidupa kami.

 




Minggu, 31 Juli 2016

ABU AIYUB AL-ANSHARI "PEJUANG DI WAKTU SENANG ATAU PUN SUSAH"

ABU AIYUB AL-ANSHARI "PEJUANG DI WAKTU SENANG ATAU PUN SUSAH"

Rasulullah memasuki kota Madinah, dan dengan demikian berarti beliau telah mengakhiri perjalanan hijrahnya dengan gemilang, dan memulai hari-harinya yang penuh berkah di kampung hijrah, untuk mendapatkan apa yang telah disediakan qadar nahi baginya, yakni sesuatu yang tidak disediakannya bagi manusia-manusia lainnya.... Dengan mengendauai untanya Rasulullah berjalan di tengah-tengah barisan manusia yang penuh sesak, dengan luapan semangat dari kalbu yang penuh cinta dan rindu ...,berdesak-desakan berebut memegang kekang untanya, karena masing-masingnya menginginkan untuk menerima Rasul sebagai tamunya.

Rombongan Nabi itu mula-mula sampai ke perkampungan Bani Salim bin Auf; mereka mencegat jalan unta sembari berkata: "Wahai Rasul Allah tinggallah anda pada kami, bilangan kami banyak, persediaan cukup, serta keamanan terjamin ... !" Tawaran mereka yang telah mencegat dan memegang tali kekang unta itu, dijawab oleh Rasulullah: "Biarkanlah, jangan halangi jalannya, karena ia hanyalah melaksanahan perintah ... !" Kendaraan Nabi terus melewati perumahan Bani Bayadhah, lain ke kampung Bani Sa'idah, teuus ke kampung Bani Harits ibnul Khazraj, kemudian sampai di kampung Bani 'Adi bin Najjar .... Setiap suku atau kabilah itu mencoba mencegat jalan unta Nabi, dan tak henti-hentinya meminta dengan gigih agar Nabi shallallahu alaihi wasalam sudi membahagiakan mereka dengan menetap di kampung mereka. Sedang Nabi menjawab tawaran mereka sambil tersenyum syukur di bibirnya ujarnya: "Lapangkan jalannya, harena ia terperintah ... !" Nabi sebenamya telah menyerahkan memilih tempat tinggalnya kepada qadar Ilahi, karena dari tempat inilah kelak kemasyhuran dan kebesarannya .... Di atas tanahnya bakal muncul suatu masjid yang akan memancarkan kalimat-kalimat Allah dan nur-Nya ke seantero dunia .... Dan di sampingnya akan berdiri satu atau beberapa bilik dari tanah dan bata kasar ...,tidak terdapat di sana harta kemewahan dunia selain barang-barang bersahaja dan seadanya ... ! Tempat ini akan dihuni oleh seorang Mahaguru dan Rasul yang akan meniupkan ruh kebangkitan pada kehidupan yang sudah padam, dan yang akan memberikan kemuliaan dan keselamatan bagi mereka yang berkata: - "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap di atas pendirian ... bagi mereka yang beriman dan tidak mencampurkan keimanan itu dengan keaniayaan ...,bagi mereka yang mengikhlaskan Agama mereka semata-mata untuk Allah ...dan bagi mereka yang berbuat kebaikan di muka bumi dan tidak berbuat binasa.... Benarlah .... Rasul telah menyerahkan sepenuhnya pemilihan ini kepada qadar Ilahi yang akan memimpin langkah perjuangannya kelak .... Oleh karena inilah ia membiarkan saja tali kekang untanya terlepas bebas, tidak ditepuknya kuduk unta itu tidak pula dihentikan langkahnya ... hanya dihadapkan hatinya kepada Allah, serta diserahkan dirinya kepada-Nya dengan berdo'a: - "Ya Allah, tunjukkan tempat tinggalku, pilihhanlah untukhu... !" Di muka rumah Bani Malik bin Najjar unta itu bersimpuh kemudian ia bangkit dan berkeliling di tempat itu, lain pergi ke tempat ia bersimpuh tadi dan kembali bersimpuh lalu tetap dan tidak beranjak dari tempatnya. Maka turunlah Rasul dari atasnya dengan penuh harapan dan kegembiraan .... Salah seorang Muslimin tampil dengan wajah berseri-seri karena sukacitanya ... ia maju lalu membawa barang muatan dan memasukkannya ke rumahnya kemudian mempersilakan Rasul masuk .... Rasul pun mengikutinya dengan diliputi oleh hikmat dan berkat. Maka tahukah anda sekalian siapa orang yang berbahagia ini, yang telah dipilih taqdir bahwa unta Nabi akan berlutut di muka rumahnya, hingga Rasul menjadi tamunya, dan semua penduduk Madinah akan sama merasa iri atas nasib mujurnya Nah, ia adalah pahlawan yang jadi pembicaraan kita sekarang ini ..., Abu Aiyub al-Anshari Khalid bin Zaid, cucu Malik bin Najjar. Pertemuan ini bukanlah pertemuan yang pertamanya dengan Rasulullah .... Sebelum ini, yakni sewaktu perutusan Madinah pergi ke Mekah untuk mengangkat sumpah setia atau bai'at, yaitu bai'at yang diberkati dan terkenal dengan nama "Bai'at Aqabah kedua", maka Abu Aiyub ai-Anshari termasuk di antara tujuh puluh orang Mu'min yang mengulurkan tangan kanan mereka ke tangan kanan Rasulullah serta menjabatnya dengan kuat, berjanji setia dan siap menjadi pembela. Dan sekarang ketika Rasululah sudah bermukim di Madinah dan menjadikan kota itu sebagai pusat bagi Agama Allah, maka nasib mujur yang sebesar-besamya telah melimpah kepada Abu Aiyub, karena rumahnya telah dijadikan rumah pertama yang didiami muhajir agung, Rasul yang mulia. Rasul telah memilih untuk menempati ruangan rumahnya tingkat pertama ....Tetapi begitu Abu Aiyub naik ke kamarnya di tingkat atas ia pun jadi menggigil, dan ia tak kuasa membayangkan dirinya akan tidur atau berdiri di suatu tempat yang lebih tinggi dari tempat berdiri dan tidurnya Rasulullah itu. Ia lalu mendesak Nabi dengan gigih dan mengharapkan beliau agar pindah ke tingkat atas, hingga Nabi pun memperkenankannya pengharapannya itu .... Nabi akan berdiam di sana sampai selesai pembangunan masjid dan pembangunan biliknya di sampingnya .... Dan semenjak orang-orang Quraisy bermaksud jahat terhadap Islam dan berencana menyerang tempat hijrahnya di Madinah, menghasut kabilah-kabilah lain serta mengerahkan tentaranya untuk memadamkan nur Ilahi semenjak itulah Abu Aiyub mengalihkan aktifitasnya kepada berjihad pada jalan Allah. Maka dimulainya dengan perang Badar, lalu Uhud dan Khandaq, pendeknya di semua medan tempur dan medan laga, ia tampil sebagai pahlawan yang sedia mengurbankan nyawa dan harta bendanya untukAllah Rabul 'alamin .... Bahkan sesudah Rasul wafat pun, tak pernah ia ketinggalan menyertai pertempuran yang diwajibkan atas Muslimin sekalipun jauh jaraknya yang akan ditempuh dan berat beban yang akan dihadapi ... ! Semboyan yang selalu diulang-ulangnya, baik malam ataupun siang ... dengan suara keras ataupun perlahan ... adalah firman Allah Ta'ala: "Berjuanglah kalian, baik di waktu lapang, maupun di waktu sempit ... !" (Q·S.At-Taubat: 41) Satu kali saja ... ia absen tidak menyertai balatentara Islam, karena sebagai komandannya khalifah mengangkat salah seorang dari pemuda Muslimin, sedang Abu Aiyub tidak puas dengan kepemimpinannya. Hanya sekali saja, tidak lebih... ! Sekalipun demikian, bukan main menyesalnya atas sikapnya yang selalu menggoncangkan jiwanya itu, katanya: - "Tak jadi soal lagi bagiku, siapa orang yang akan jadi atasanku ... !" Kemudian tak pernah lagi ia ketinggalan dalam peperangan. Keinginannya hanyalah untuk hidup sebagai prajurit dalam tentara Islam, berperang di bawah benderanya dan membela kehormatannya... ! Sewaktu terjadi pertikaian antara Ali dan Mu'awiyah, ia berdiri di pihak Ali tanpa ragu-ragu, karena ialah Imam yang telah dibai'at oleh Kaum Muslimin .... Dan tatkala Ali syahid karena dibunuh, dan khilafat berpindah kepada Mu'awiyah,(Q.S.: At-Taubat: 41) Abi Aiyub menyendiri dalam kezuhudan, bertawakkal lagi bertaqwa. Tak ada yang diharapkannya dari dunia hanyalah tersedianya suatu tempat yang lowong untuk berjuang dalam barisan para pejuang .... Demikianlah, sewaktu diketahuinya bala tentara Islam bergerak ke arah Konstantinopel, segeralah ia memegang kuda dengan membawa pedangnya, terus maju mencari syahid yang sudah lama didambakan dan dirindukannya ... ! Dalam pertempuran inilah ia ditimpa luka berat. Ketika komandannya pergi menjenguknya, nafasnya sedang berlomba dengan keinginannya hendak menemui Allah .... Maka bertanyalah panglima pasukan yang waktu itu Yazid bin Mu'awiyah: "Apa keinginan anda, wahai Abu Aiyub?" Aneh, adakah di antara kita yang dapat membayangkan atau mengkhayalkan apa keinginan Abu Aiyub itu...? Tidak sama sekali! Keinginannya sewaktu nyawa hendak berpindah dari tubuhnya ialah sesuatu yang sukar atau hampir tak kuasa manusia membayangkan atau mengkhayalkannya ... ! Sungguh, ia telah meminta kepada Yazid, bila ia telah meninggal, agar jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh-jauh jarak yang dapat ditempuh ke arab musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan. Kemudian hendaklah Yazid berangkat dengan balatentaranya sepanjang jalan itu, hingga terdengar olehnya bunyi telapak kuda Muslimin di atas kuburnya dan diketahuinyalab bahwa mereka telah berhasil mencapai kemenangan dan keuntungan yang mereka cari ... ! Apakah anda kira ini hanya lamunan belaka... ?Tidak;dan ini bukan khayalan, tetapi kejadian nyata, kebenaran yang akan disaksikan dunia di suatu hari kelak, di mana ia menajamkan pandangan dan memasang telinganya, hampir-hampir tak percaya terhadap apa yang didengar dan dilihatnya ... ! Dan sungguh, wasiat Abu Aiyub itu telah dilaksanakan oleh Yazid! Di jantung kota Konstantinopel yang sekarang bernama Istanbul, di sanalah terdapat pandam pekuburan laki-laki besar, sungguh besar itu ... ! Hingga sebelum tempat itu dikuasai oleh orang-orang Islam, orang-orang Romawi penduduk Konstantinopel memandang Abu Aiyub di makamnya itu sebagai orang kudus suci ....Dan anda akan tercengang jika mendapati semua ahli sejarah yang mencatat peristiwa-peristiwa itu berkata: "Orang-orang Romawi sering mengunjungi dan berziarah ke kuburnya dan meminta hujan dengan perantaraannya, bila mereka mengalami kekeringan... " Sekalipun perang dan pertempuran sarat memenuhi kehidupannya, hingga tak pernah membiarkan pedangnya terletak beristirahat, namun corak kehidupannya adalah tenang tenteram laksana desiran bayu di kala fajar datang menjelma .... Sebabnya ia pernah mendengar ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam yang terpateri dalam hatinya: "Bila engkau shalat, maka shalatlah seolah-olah yang terakhir atau hendak berpisah .... Jangan sehali-hali mengucaphan kata-kata yang menyebabhan engkau harus meminta ma'af ... ! Lenyapkan harapan terhadap apa yang berada di tangan orang lain... !" Dan oleh karena itulah tak pernah lidahnya terlibat dalam suatu fitnah ... dan dirinya tidak terjerembab dalam kerakusan .... Ia telah menghabiskan hidupnya dalam kerinduan ahli ibadah dan ketahanan orang yang hendak berpisah. Maka sewaktu ajalnya datang tak ada keinginannya di sepanjang dan selebar dunia kecuali cita-cita yang melambangkan kepahlawanan dan kebesarannya selagi hidupnya: "Bawalah jasadku jauh-jauh ... jauh masuk ke tanah Romawi, kemudian kuburkan aku di sana ... !" Ia yakin sepenuhnya akan kemenangan, dan dengan mata hatinya dilihatnya bahwa wilayah ini telah termasuk dalam taman impian Islam, dalam lingkungan cahaya dan sinarnya…... Karena itulah ia menginginkannya sebagai tempat istirahatnya yang terakhir, yakni di ibukota negara itu, di mana akan terjadi pertempuran yang menentukan, dan dari bawah tanahnya yang subur, ia akan dapat mengikuti gerakan tentara Islam, mendengar kepakan benderanya, dan bunyi telapak kudanya serta gemerincing pedang-pedangnya Sekarang ini ia masih terkubur di sana .... Tetapi tidak lagi mendengar gemerincing pedang, atau ringkikan kuda! Keadaan telah berlalu, dan kapal telah berlabuh di tempat yang dituju, sejak waktu yang lama .... Tetapi setiap hari, dari pagi hingga petang didengarnya suara adzan yang berkumandang dari menara-menaranya yang menjulang di angkasa, bunyinya: - "Allah Maha Besar....Allah Maha Besar.... " Dan dengan rasa bangga, di dalam kampungnya yang kekal dan di mahligai kejayaannya ia menyahut: - "Inilah apa yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya ....Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya…!" http://play.google.com/store/apps/details?id= com.muslimmedia.kisahsahabat

Jumat, 29 Juli 2016

ABD'ULLAHBIN MAS'UD

ABD'ULLAHBIN MAS'UD( Yang Pertamakali mengumandangkan Al-Quran dengan suara merdu ) Bagian : 2 , dari 2 tulisan ( tamat ) Sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke rumah Arqam, Abdullah bin Mas'ud telah beriman kepadanya dan merupakan orang keenam yang masuk Islam dan mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dengan demikian ia termasuk golongan yang mula pertama masuk Islam Pertemuannya yang mula-mula dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam itu diceritakannya sebagai berikut: "Ketika itu saya masih remaja, menggembalakan kambing kepunyaan Uqbah bin Mu'aith. Tiba-tiba datang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersama Abu Bahar radhiyallahu 'anhu, dan bertanya: "Hai nak, apakah kamu punya susu untuk minuman kami': "Aku orang kepercayaan" ujarku': "dan tak dapat memberi anda berdua minuman ...!" maka sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Apakah kamu punya kambing betina mandul, yang belum dikawini oleh salah seekor jantan"? ada : ujarku. Lalu saya bawa ia kepada mereka. Kambing itu diihat kahinya oleh Nabi lalu disapu susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba susu itu berair banyak .... Kemudian Abu Bahar mengambikan sebuah batu cembung yang digunakan Nabi untuk menampung perahan susu. Lalu Abu Bakar pun minum lah, dan saya pun tidak ketinggalan .... Setelah itu Nabi menitahhan kepada susu: "Kempislah!': maka susu tu menjadi kempis.... Setelah peristiwa itu saya datang menjumpai Nabi, katahu: "Ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebutl" Ujar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar!'' Alangkah heran dan ta'jubnya Ibnu Mas'ud ketika menyaksikan seorang hamba Allah yang shalih dan utusan-Nya yang dipercaya memohon kepada Tuhannya sambil menyapu susu hewan yang belum pernah berair selama ini, tiba-tiba mengeluarkan kurnia dan rizqi dari Allah berupa air susu murni yang enak buat diminum ...! Pada sa'at itu belum disadarinya bahwa peristiwa yang disaksikannya itu hanyalah merupakan mu'jizat paling enteng dan tidak begitu berarti, dan bahwa tidak berapa lama iagi dari Rasululla~i yang mulia ini akan disaksikannya mu'jizat yang akan menggoncangkan dunia dan memenuhinya dengan petunjuk serta cahaya .... Bahkan pada saat itu juga belum diketahuinya, bahwa dirinya sendiri yang ketika itu masih seorang remaja yang lemah lagi miskin, yang menerima upah sebagai penggembala kambing milik 'Uqbah bin Mu'aith, akan muncul sebagai salah satu dari mu'jizat ini, yang setelah ditempa oleh Islam menjadi seorang beriman, akan mengalahkan kesombongan orang-orang Quraisy dan menaklukkan kesewenangan para pemukanya.... Maka ia, yang selama ini tidak berani lewat di hadapan salah seorang pembesar Quraisy kecuali dengan menjingkatkan kaki dan menundukkan kepala, di kemudian hari setelah masuk Islam, ia tampil di depan majlis para bangsawan di sisi Ka'bah, sementara semua pemimpin dan pemuka Quraisy duduk berkumpul, lain berdiri di hadapan mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu dan membangkitkan minat, berisikan wahyu Iiahi al-Quranul Karim: Bismillahirrahmanirrahim .... Allah Yang Maha Rahman .... Yang telah mengajarkan al-Quran .... Menciptakan insan .... Dan menyampaikan padanya penjelasan .... Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan .... Sedang bintang dan kayu-kayuan sama sujud kepada Tuhan.... Lain dilanjutkannya bacaannya, sementara pemuka-pemuka Quraisy sama terpesona, tidak percaya akan pandangan mata dan pendengaran telinga mereka .... dan tak tergambar dalam fikiran mereka bahwa orang yang menantang kekuasaan dan kesombongan mereka ..., tidak lebih dari seorang upahan di antara mereka, dan penggembala kambing dari salah seorang bangsawan Quraisy .... yaitu Abdullah bin h/las'ud, seorang miskin yang hina dina .... ! Marilah kita dengar keterangan dari saksi mata melukiskan peristiwa yang amat menarik dan mena'jubkan itu! Orang itu tiada lain dari Zubair radhiyallah 'anhu katanya: "Yang mula-mula menderas al-quran di Mekah setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ialah Abdullah bin Masitd radhiyallah 'anhu . Pada suatu hari para shahabat Rasulullah berkumpul, kata mereka: "Demi Allah orang-orang Quraisy belum lagi mendengar sedikit pun al-quran ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka.... Nah, siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka ...." Maha kata Ibnu Mas'ud: "Saya ". Kata mereka: "Kami Khawatir akan keselamatan dirimu! Yang kami inginkan ialah seorang laki-laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankannya dari orang-orangg itu jika mereka bermaksud jahat ....': "Biarkanlah saya!" kata Ibnu Mas'ud pula, "Allah pasti membela Maka datanglah Ibnu Mas'ud kepada kaum Quraisy di waktu dluha, yakni ketika mereka sedang berada di balai pertemuannya.... la berdiri di panggung lalu membaca: Bismillahirrahmaanirrahim, dan dengan mengerashan suaranya: Arrahman Allamal Quran .... Lalu sambil menghadap kepada mereka diteruskanlah bacaannya. Mereka memperhatikannya sambil bertanya sesamanya: "Apa yang dibaca oleh anak si Ummu 'Abdin itu ... . Sungguh, yang dibacanya itu ialah yang dibaca oleh Muhammad" Mereka bangkit mendatangi dan memukulinya, sedang Ibnu Mas'ud meneruskan bacaannya sampai batas yang dihehendaki Allah .Setelah itu dengan muka dan tubuh yang babak-belur ia kembali hepada para shahabat. Kata mereka: "Inilah yang kami khawatirkan terhadap dirimu ....!" Ujar Ibnu Mas'ud "Sekarang ini tak ada yang lebih mudah bagimu dari menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya tuan-tuan menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat hal yang sama esok hari " Ujar mereha: "Cukuplah demikian! Kamu telah membacakan kepada mereka barang yang menjadi tabu bagi mereka!" Benar, pada saat Ibnu Mas'ud tercengang melihat susu kambing tiba-tiba berair sebelum waktunya, belum menyadari bahwa ia bersama kawan-kawan senasib dari golongan miskin tidak berpunya, akan menjadi salah satu mu'jizat besar dari Rasulullah, yakni ketika mereka bangkit memanggul panji-panji Allah dan menguasai dengannya cahaya slang dan sinar matahari. Tidak diketahuinya bahwa saat itu telah dekat .... Kiranya secepat itu hari datang dan lonceng waktu telah berdentang, anak remaja buruh miskin dan terlunta-lunta serta-merta menjadi suatu mu'jizat di antara berbagai mu'jizat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam....! Dalam kesibukan dan berpacuan hidup, tiadalah ia akan menjadi tumpuan mata .... Bahkan di daerah yang jauh dari kesibukan pun juga tidak ... .! Tak ada tempat baginya di kalangan hartawan, begitu pun di dalam lingkungan ksatria yang gagah perkasa, atau dalam deretan orang-orang yang berpengaruh. Dalam soal harta, ia tak punya apa-apa, tentang perawakan ia kecil dan kurus, apalagi dalam seal pengaruh, maka derajatnya jauh di bawah ....Tapi sebagai ganti dari kemiskinannya itu, Islam telah memberinya bagian yang melimpah dan perolehan yang cukup dari pebendaharaan Kisra dan simpanan Kaisar. Dan sebagai imbalan dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, dianugerahi-Nya kemauan baja yang dapat menundukkan para adikara dan ikut mengambil bagian dalam merubah jalan sejarah. Dan untuk mengimbangi nasibnya yang tersia terlunta-lunta, Islam telah melimpahinya ilmu pengetahuan, kemuliaan serta ketetapan, yang menampilkannya sebagai salah seorang tokoh terkemuka dalam sejarah kemanusiaan .... Sungguh, tidak meleset kiranya pandangan jauh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mengatakan kepadanya: "Kamu akan menjadi seorang pemuda terpelajar". Ia telah diberi pelajaran oleh Tuhannya hingga menjadi faqih atau ahli hukum ummat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam , dan tulang punggung para huffadh al-Quranul Karim . Mengenai dirinya ia pernah mengatakan: "Saya telah menampung 70 surat alquran yang kudengar langsung dari RasululIah Shallallahu 'alaihi wa sallam tiada seorang pun yang menyaingimu dalam hal ini...." Dan rupanya Allah swt. memberinya anugerah atas keberaniannya mempertaruhkan nyawa dalam mengumandangkan alQuran secara terang-terangan dan- menyebarluaskannya di segenap pelosok kota Mekah di saat siksaan dan penindasan merajalela, maka dianugerahi-Nya bakat istimewa dalam membawakan bacaan al-Quran dan kemampuan luau biasa dalam memahami arti dan maksudnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberi washiat kepada para shahabat agar mengambil Ibnu Mas'ud sebagai teladan, sabdanya: "Berpegang-teguhlah kepada ilmu yang diberihan oleh Ibnu Ummi 'Abdin ....!" Diwashiatkannya pula agar mencontoh bacaannya, dan mempelajari cara membaca al-Quran daripadanya. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Barangsiapa yang ingin hendak mendengar al-quran tepat seperti diturunhan, hendaklah ia mendengarhannya dari Ibnu Ummi ilbdin ...! Barangsiapa yang ingin hendak membaca al-quran tepat seperti diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi ;Ibdin ...!" Sungguh, telah lama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallammenyenangi bacaan al-Quran dari mulut Ibnu Mas'ud .... Pada suatu hari ia memanggilnya sabdanya: "Bacakanlah kepadaku, hai Abdullah!" "Haruskah aku membacakannya pada anda, wahai Rasulullah..?" Jawab Rasulullah: "Saya ingin mendengarnya dari mulut orangiain" Maka Ibnu Mas'ud pun membacanya dimulai dari surat an-Nisa hingga sampai pada firman Allah Ta'ala: Maka betapa jadinya bila Kami jadikan dari setiap ummat itu seorang saksi, sedangkan kamu Kami jadikan sebagai saksi bagi mereka ... .! Ketika orang-orang kafir yang mendurhakai Rasul sama berharap kiranya mereka disamaratakan dengan bumi ... .! dan mereka tidah dapat merahasiahan pembicaraan dengan Allah ....!" (QS 4 an-Nisa: 41 -- 42) Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tak dapat manahan tangisnya, air matanya meleleh dan dengan tangannya diisyaratkan kepada Ibnu Mas'ud yang maksudnya: "Cukup ...,cukuplah sudah, hai lbnu Mas'ud ...!" Suatu ketika pernah pula Ibnu Mas'ud menyebut-nyebut karunia Allah kepadanya, katanya: '"Tidah suatu pun dari al-quran itu yang diturunkan, kecuali aku mengetahui mengenai peristiwa apa diturunkannya. Dan tidah seorang pun yang lebih mengetahui tentang Kitab Allah daripadaku. Dan sehiranya aku tahu ada seseorang yang dapat dicapai dengan berkendaraan unta dan ia lebih tahu tentang Kitabullah daripadaku, pastilah aku ahan menemuinya. Tetapi aku bukanlah yang terbaih di antaramu!" Keistimewaan Ibnu Mas'ud ini telah diakui oleh para shahabat. Amirul Mu'minin Umar berkata mengenai dirinya: "Sungguh ilmunya tentang fiqih berlimpah-Iimpah': Dan berkata Abu Musa ai-Asy'ari: "Jangan tanyakan kepada kami sesuatu masalah, selama kiyai ini berada di antara tuan-tuan.'" Dan bukan hanya keunggulannya dalam al-Quran dan ilmu fiqih saja yang patut beroleh pujian, tetapi juga keunggulannya dalam keshalihan dan ketaqwaan. Berkata Hudzaifah tentang dirinya: "Tidah seorang pun saya lihat yang lebih mirip kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam baik dalam cara hidup, perilaku dan ketenangan jiwanya, daripada Ibnu Mas'ud.... Dan orang-orang yang dikenal dari shahabat-shahabat Rasulullah sama mengetahui bahwa putera dari Ummi 'Abdin adalah yang paling dekat kepada Allah ....!" http://play.google.com/store/apps/details?id=com.muslimmedia.kisahsahabat .

MANA YANG SALAH,MATA LELAKI ATAU CARA PAKAIYAN WANITA,




بسم الله الرحمن الرحيم


  dalam pertemuan kita kali ini
saya sebagai pemosting artikel ini hanya ingin menyampaikan atau mengingatkan saja, bahwa sudah tak bisa kita pungkiri lagi ,bahwa kita hidup di jaman seba gaul,serba moderen,dan serba instan ini, kenapa saya bilang demikian, toh paktanya nya sudah ada di depan mata kita sendiri,
seharus kita mulai menyadari ,di antara kaum adam dan kaum hawa,tak perlu kita harus saling menyalahkan, tentang adab dalam kesopanan (berpakaian wanita ),kita sebagai kau adam kususnya diri saya, jika kita memang betul2 menjalankan agama, tak perlu kita salahkan keterbukaan berpakai wanita , toh itu juga bisa kita hindari dengan berpaling mata, karna zinah itu bukan hanya saja berhubung intim saja, mata kita juga harus bisa kita jaga ,karena kalau terlalu lama memandang aurat lawan jenis itu juga bisa di katakan zinah (mata).
yuk mas bro kita sama sama saling menyadari diri kita, hidup kita bukan haya disini saja, ada akhirat yang menanti kedatangan kita,
jangan kita menunggu akan datangnya hidayah, karna hidayah tak akan datang secara tiba tiba,hidayah harus kita cari juwa
Mudah mudahan pertemuan kita yang singkat ini ada seribu manfaat di dalamnya,
mohon maaf sebesar besarnya, saya di sini tiadak ada maksud untuk menggurui, kita haya bersama sama untuk mengkaji diri agar lebih baik dan bermanfaat,"amin".
sekian dari saya kalaupun ada pemyusunan kata yang kurangbaik,
mohon di maklum.

Senin, 25 Juli 2016

IBU DO'A KAN AKU

بسم الله الرحمن الرحيم
hai ibu, aku dan mentu mu di sini ada dalam keadaan baik, jangan memikirkan akan keadaan kami disini  bu,
biar ibu sehat selalu,
jika ibu memikirkan kami terus bagai mana dengan kesehat ibu sendiri, tak usah ragu bu insa allah,kami bisa menjalani hidup yang keras ini,
aku ingin ibu sehat tak punya beban apapun, kami tau perasaan ibu terhadap kami, aku ikhlas bu terlahir dari orang seperti ibu, kami gak menuntut apapu pada ibu,
do'akan saja kami bu,biar kami bisa mewujudkan impian kami,
  "salam kangen selalu dari kami bu"
wasslam .ojuntea.